Ramadhan telah sampai ke fasa 10 terakhir. Memang sangat teruja untuk beribadat dengan bersungguh-sungguh, tetapi selalunya tiap-tiap tahun pun semangat yang sama akan berakhir dengan ibadat setakat yang mampu. Namun begitu, kepuasan beribadat itu adalah sesuatu subjektif, kita hanya dapat merasakan samada ianya memuaskan atau tidak tetapi yang menuntukan ganjaran dan balasanya hanya Allah, kepadaNyalah dipanjatkan puji-pujian ...Subhanallah..Allhamdulillah.
Pada aku tahun ini adalah Ramadhan yang penuh dugaan. Hampir 4 hari berada di hospital dan hampir 10 hari mc dan asyik pergi balik hospital sesuatu yang tidak sama sekali aku jangkakan. Dalam hidup ini kita akan selalu di beri peringatan, seperti surat reminder dari bank agar mebayar hutang. Begitulah dalam hidup tentang janji kita dengan Allah, akan sentiasa diberi peringatan. Seingat aku telah beberapa kali ``reminder dari langit” itu sampai kepada aku. Kali ini ia datang dibulan Ramadhan, pada aku menjadikan ianya sesuatu yang special..``peringatan khas dan bersifat istimewa’’. Bila teringat mati benda yang pertama teringat adalah mampukan diri ini terlepas dari azab...semasa hidup kita diuji dengan sakit, susah bernafas, pening, tak larat, panas, tak selesa dan macam-macam lagi, bayangkan azab itu adalah berkali ganda lagi diakhirat nanti...Astaghafirullah.
Di sebelah cerita yang lain pula, bahang keseronokan hari raya telah mula terasa. Sana sini di pejabat, di bazar Ramadhan, di fb dan merata tempat lain orang telah mula memperkatakan tentang kuih raya, baju raya dan eksesori-eksesori raya yang lain. Akupun dalam keadaan yang tak berapa sedap badan ini tumpang sekaki menyediakan apa-apa yang patut untuk beraya...rayer ler kate kan...Allahu Akbar!!.
Monday, August 22, 2011
Friday, August 5, 2011
Ramadhan
Ramadhan tiba lagi…
Suatu masa di bulan Shaaban saya ada menerima request…hehe request tu.. dari Dr H mungkin jugak dari Eva untuk update blog, terima kasih dan sori ya.. H dan eva lama bebeno tak nengok blog sendiri. Apapun request hanya menjadi satu dorongan untuk hapdate, yang lebih membuat saya ingin sedikit menulis, adalah kerana ini bulan Ramadhan.
Seronoknya hati dan bersyukur dapat kembali ke bulan yang penuh rahmat ini. Minggu-minggu pertama ini segalanya berjalan dengan penuh ketenangan...Alhamdulillah, walaupun ada sedikit gangguan kesihatan, namun ianya saya anggap dugaan yang semestinya membuatkan hati semakin insaf dan dewasa untuk menerima segala kemungkinan dari Allah Subhanahuwa Ta’ala.
Kira punya kira dah 5 ke 6 tahun yang lalu ketika di bulan Ramadhan ini saya asyik melepak dengan kawan-kawan di http://santapanhati.blogspot.com/ . Bila bercerita mengenai blog dan maya sudah tentulah tiada tempat yang begitu istimewa di hati melainkan `haloland itu’. Akhirnya manusia atau kita harus akur kepada masa. Masa tidak menunggu ruang. Bila kehidupan harus mengikuti masa, ruang-ruang kehidupan yang berbentuk sementara harus ikut sama berubah bersama masa. Sebenarnya, satu lagi bukti segala yang kita miliki tidak akan kekal selamanya dan Allah jualah yang kekal abadi buat selama-lamanya.
Ada lagi 20 hari lebih untuk hari-hari di bulan Ramadhan untuk terus mengiringi kita dengan keberkatannya. Sebagaimana yang dinasihati ustaz (dan ustazah juga), perbanyakkanlah ibadah di bulan Ramadhan ini. Sedekah adalah antara yang paling utama harus ditingkat dan tingkatkan. Beberapa minggu lalu ada terdengar ceramah yang mengkhabarkan, rezeki yang banyak boleh membawa kita ke syurga dan ke neraka. Ke syurga bila setiap sen rezeki yang kita dapat kita rasa bersyukur tidak terhingga kepada Allah dan ia dibelanja ke jalan Allah dipenuhi dengan sedekah. Ke neraka bila rezeki yang kita perolehi menambahkan rasa takbur, angkuh dan dijadikan modal untuk bermegah-megah. Dirihayatkan Nabi Muhammad s.a.w, kekasih Allah kekasih umat Islam tidak pernah tidur selagi harta dunianya masih berbaki dan belum disedekahkan....MasyaAllah..aku bertaubat kepadaMu ya Allah atas ketidakmampuan ku mengikut jejak kekasihMu. Sesungguhnya syurgaMu itu tidak layak untuk ku, namun aku tidak mampu menahan panas api nerakaMu.
Selamat berRamadhan...
Suatu masa di bulan Shaaban saya ada menerima request…hehe request tu.. dari Dr H mungkin jugak dari Eva untuk update blog, terima kasih dan sori ya.. H dan eva lama bebeno tak nengok blog sendiri. Apapun request hanya menjadi satu dorongan untuk hapdate, yang lebih membuat saya ingin sedikit menulis, adalah kerana ini bulan Ramadhan.
Seronoknya hati dan bersyukur dapat kembali ke bulan yang penuh rahmat ini. Minggu-minggu pertama ini segalanya berjalan dengan penuh ketenangan...Alhamdulillah, walaupun ada sedikit gangguan kesihatan, namun ianya saya anggap dugaan yang semestinya membuatkan hati semakin insaf dan dewasa untuk menerima segala kemungkinan dari Allah Subhanahuwa Ta’ala.
Kira punya kira dah 5 ke 6 tahun yang lalu ketika di bulan Ramadhan ini saya asyik melepak dengan kawan-kawan di http://santapanhati.blogspot.com/ . Bila bercerita mengenai blog dan maya sudah tentulah tiada tempat yang begitu istimewa di hati melainkan `haloland itu’. Akhirnya manusia atau kita harus akur kepada masa. Masa tidak menunggu ruang. Bila kehidupan harus mengikuti masa, ruang-ruang kehidupan yang berbentuk sementara harus ikut sama berubah bersama masa. Sebenarnya, satu lagi bukti segala yang kita miliki tidak akan kekal selamanya dan Allah jualah yang kekal abadi buat selama-lamanya.
Ada lagi 20 hari lebih untuk hari-hari di bulan Ramadhan untuk terus mengiringi kita dengan keberkatannya. Sebagaimana yang dinasihati ustaz (dan ustazah juga), perbanyakkanlah ibadah di bulan Ramadhan ini. Sedekah adalah antara yang paling utama harus ditingkat dan tingkatkan. Beberapa minggu lalu ada terdengar ceramah yang mengkhabarkan, rezeki yang banyak boleh membawa kita ke syurga dan ke neraka. Ke syurga bila setiap sen rezeki yang kita dapat kita rasa bersyukur tidak terhingga kepada Allah dan ia dibelanja ke jalan Allah dipenuhi dengan sedekah. Ke neraka bila rezeki yang kita perolehi menambahkan rasa takbur, angkuh dan dijadikan modal untuk bermegah-megah. Dirihayatkan Nabi Muhammad s.a.w, kekasih Allah kekasih umat Islam tidak pernah tidur selagi harta dunianya masih berbaki dan belum disedekahkan....MasyaAllah..aku bertaubat kepadaMu ya Allah atas ketidakmampuan ku mengikut jejak kekasihMu. Sesungguhnya syurgaMu itu tidak layak untuk ku, namun aku tidak mampu menahan panas api nerakaMu.
Selamat berRamadhan...
Tuesday, November 30, 2010
life cycle

Lama tak tengok blog, blog adalah tempat saje saje. Sejak kebelakangan ini saje sajepun dah jadi satu jenis malas jugak. Juga satu kenyataan hidup kita bila satu tahap perlukan perubahan...minat baru..atau sekadar menghilang boring..
Aku gi jamboreee kat kuala dan kat sintok dalam jarak 1 minggu...berbaloi gak kayuh di sintok bila aku menang luckydraw...hadiahnyer frame beb!!! mahal punyer....bangga bangga..
Surf internet aku jumpe artikel omputih nih...aku paste kat sini..saja untuk rekod..tapi wa tak masuk ketegori middle-aged lagi ya...hehe..paste mengepaste ni satu benda halal ker tak dalam dunia internet...tapi bila kita bagi dunia maya untuk baca maka ianya public punyalah...pendapat aku lah..

apa apapun ni artikel dia sajer sajer bacer..
[Flashy sports cars are out, now no mid-life crisis is complete without a souped-up road bike. Why? Every weekend, across the nation's rolling countryside, watch out for the Mamils: middle-aged men in lycra.
And ladies, if you have a man at home taking an unusual interest in how you shave your legs, you may have a Mamil in the making too.
Research conducted by the retail analyst Mintel suggests there has been a surge in the number of middle-aged men choosing to get on two wheels.
Given the number of men aged 35-44 who are buying fancy-pants road racing machines, is this a 21st Century mid-life crisis? Has the silence of skinny tyres and carbon fibre framesets replaced the thunderous noise of motorbikes?
Back in the day, when some men with a bit of disposable income reached a certain age, they did some strange things. The grind of the office and home life convinced some that the answer to an expanding midriff lay in a pair of designer jeans and a flashy but cheap Japanese sports car. Teenage daughters ran away screaming. Sons were deprived of the role models seen in adverts for shaving products.
Gents, our womenfolk were right all along. It wasn't a good look. And did it do anything for the beer belly?
But then came a confluence of coincidences that gave a man an option other than looking like a gigolo cruising Italy's glitzy Lake Como.
The past three years have seen the rise of the uber-techno, super-flashy, full-carbon fibre, bobby-dazzler road bike. The market for these bikes has expanded faster than a 45-year-old's waistline, partly thanks to the success of the British cycling stars at the Beijing Olympics. Marketing departments have produced smart advertising messages that encourage a bit of freedom, elite performance and memories of teenage derring-do.
And the result can be seen on Saturday and Sunday mornings as middle-aged blokes polish the rear derailleur, lower the mirrored shades and pedal into the hills. Every couple of weeks, you'll see a girth of Mamils gathering to race a "Sportive", a form of amateur competing that has taken the British cycling world by storm.
While the serious, younger riders are busy getting into the zone of elite competition, we're comparing the latest GPS route-finding cycle computer and pretending that we know how to stretch.
We hit the first hill and suddenly we're a puffing, panting, heaving mass of sweaty humanity that is well past its sell-by-date. Sounds humiliating? I've never had so much fun in my life - and there are also some unintended benefits of being the older rider.
First, there's the no-questions-asked fan club. My kids, on the promise of an ice cream, will cheer me over the top of any climb. They're still young enough to think I'm Superman - and you don't get that kind of pick-me-up on the golf course.
Even better is the Mamil's solution to saddle sores. A teenage shop assistant in a too-posh-to-pedal London shop tried to sell me some balm for £30. What's the point of that, I asked. I've got loads of unused nappy rash cream at home. He thought I was terminally uncool. I know better son, learn from your elders.
Terrified

But no Mamil's life is complete without the spiritual journey to the mountains.
Robbie McIntosh is 45 and has spent much of the past year clad in lycra after being talked into cycling from Lands End to John O'Groats with a group of fellow Mamils.
Ten days of pain, rain and groin strain later, he decided he was ready for Mont Ventoux. This mountain, the Giant of Provence, is one of the toughest climbs in the world - 23km straight up. British cycling legend Tom Simpson died on its slopes in 1967. Last month, with terror in his belly, Robbie began turning the wheels.
"I wanted so much to say I'd climbed the Ventoux. It's an amazing mountain and a serious challenge.
"I was surprised at my nerves but I had a sense that if I could do this on a bike I could do anything and that was a feeling I wanted so much."
And make it he did. He wasn't as balletic as the local, young French riders - but he stood alongside them at the 1,910m summit and surveyed the world.

"Cycling has given me an opportunity to feel sporting achievement of the very highest level," says Robbie. "It doesn't matter that the pros ride up Mont Ventoux at twice the speed or more. I can scale the same sporting heights as the best cyclists on the planet. I can walk with giants."
So a man becomes fitter and happier. Where's the midlife crisis in that? Ah. The costs.
Ladies, look away now. Men who seriously cycle typically spend about £3,000 to live that dream. For a time, at least. That sum will cover the set-up and the first year, then about £1,000 a year, at least, on top of that.
The must-have bike of the summer is the Pinarello Dogma, the bike used by the British Team Sky in the Tour de France. Yours for about £7,000. Grown men stop and stare at this machine, like seven-year-old lads pressed against the toy shop window.
Thankfully, most Mamils don't have that kind of money to burn. But it hasn't stopped the rapid growth of a suburban money-laundering operation. It goes something like this. Man dribbles while looking at £100 bib shorts on cycling website - they're the kind that make you look like a wrestler. Partner says no, think about the starving children. Man continues to look at bib shorts and decides they will help conceal his 36-inch waist.
He calculates that three weeks of hard pedalling will help on the belly front - which is coincidentally the same time it takes to receive a secret new credit card to pay for the shorts. Job done. Platinum status achieved with the online cycling retailer. Discounts on more kit, all of which is sent directly to the office rather than home.
When you run the slide rule over all of this, flash road bikes definitely look like a midlife crisis.
There's a look to strive for, expensive kit and excuses for weekends away.
I and my band of hill-climbing brothers disagree. It's about becoming a happier and healthier person rather than sliding towards mediocre oblivion at the bottom of a pint glass.
But I conclude with a message from my own Mrs Mamil to other cycling widows. She's discovered a precise form of retaliation. If your portly husband buys another stupid fluorescent jersey, buy yourself another pair of shoes.
That way, at least one of you can look good.]
Monday, October 11, 2010
Panggilan haji telah tiba lagi...
Apa yang kita buat pada hari ini..tadi..10.10.10. Tengok Syekh.. fly to the moon..? haha..
Apa pun…tajuk aku tu.. lagu nasyid tuh..sangat popular..dan satu satu nya lagu yang aku tahu sama standard dengan lagu2 raya bila tiba musim raya puasa.
Sekarang dah masuk bulan haji, ramai orang yang akan berangkat menunaikan haji. Aku masih belum menunaikan haji tetapi aku pernah pergi Mekah dan Madinah dapatlah aku bayangkan sedikit sebanyak kehebatan perasaan semasa berada di sana. Aku seperti berada dekat dengan Allah lebih dekat dari bila-bilapun yang pernah aku merasa diri aku dekat padaNya. Di Madinah, aku dapat rasakan lebih dekat dengan Rasulullah seperti aku diperhatikan Baginda bagai seorang sahabat yang dikasihi. Hebatnya perasaan itu membuat aku “iri hati” melihat orang pergi menunaikan haji.
Dan aku rasakan akhirat itu terlalu dekat bila di Mekah. Andainya akhirat itu di langit tentulah berada dipuncak Gunung Everest lebih hampir dengan akhirat, tetapi tidak begitu agaknya. Lagipun aku tidak mungkin dapat ke Gunung Everest untuk mengukur jarak itu. “Jarak” yang sebenarnya perasaan aku sendiri. Tentang gunung, setakat ini Gunung Jerailah gunung paling tinggi pernah aku sampai. Gunung Jerai di sini dalam buku pelancongan negeri, mereka panggil Kedah Peak. Bermakna ia adalah kemuncak yang tertinggi di Kedah tetapi dalam soal tadi, aku tidak merasa lebih dekat dari yang aku rasakan ketika berada di tanah haram.
Insyaallah ada gilirin aku pula nanti.
Dan aku dekat sini sedang teruja untuk berkayuh di Kuale Kangso…kat sini.
http://kualakangsarmtbjamboree2010.blogspot.com/
Bandar peberet teman di Perak..tapi sudah tentulah selepeh Ipoh. (Ipoh mali kencing ada munyi…hehe. “Ada munyi” adalah term yang betul bukan “talak munyi”. Kenapa?..entah la…haha.) Sangat teruje bila aku kembali beraktviti di KK selepas sekian lama. Masih aku terbau-bau kelat warna teh susu Sg Perak dan sesekali gulai tempoyak dicelah-celah lorong rumah kampong di Bukit Chandan. Kayuhan pada hujung bulan ini seperti homeground la pulak. Itulah yang teman rasekan sekaghang ni yob!!.
Dan untuk meneruskan keterujaan aku tentang gerek…seminggu lepas Kuale aku nak gi kayuh kat Sintok pulok…semi homeground gak tu…
Apa pun…tajuk aku tu.. lagu nasyid tuh..sangat popular..dan satu satu nya lagu yang aku tahu sama standard dengan lagu2 raya bila tiba musim raya puasa.
Sekarang dah masuk bulan haji, ramai orang yang akan berangkat menunaikan haji. Aku masih belum menunaikan haji tetapi aku pernah pergi Mekah dan Madinah dapatlah aku bayangkan sedikit sebanyak kehebatan perasaan semasa berada di sana. Aku seperti berada dekat dengan Allah lebih dekat dari bila-bilapun yang pernah aku merasa diri aku dekat padaNya. Di Madinah, aku dapat rasakan lebih dekat dengan Rasulullah seperti aku diperhatikan Baginda bagai seorang sahabat yang dikasihi. Hebatnya perasaan itu membuat aku “iri hati” melihat orang pergi menunaikan haji.
Dan aku rasakan akhirat itu terlalu dekat bila di Mekah. Andainya akhirat itu di langit tentulah berada dipuncak Gunung Everest lebih hampir dengan akhirat, tetapi tidak begitu agaknya. Lagipun aku tidak mungkin dapat ke Gunung Everest untuk mengukur jarak itu. “Jarak” yang sebenarnya perasaan aku sendiri. Tentang gunung, setakat ini Gunung Jerailah gunung paling tinggi pernah aku sampai. Gunung Jerai di sini dalam buku pelancongan negeri, mereka panggil Kedah Peak. Bermakna ia adalah kemuncak yang tertinggi di Kedah tetapi dalam soal tadi, aku tidak merasa lebih dekat dari yang aku rasakan ketika berada di tanah haram.
Insyaallah ada gilirin aku pula nanti.
Dan aku dekat sini sedang teruja untuk berkayuh di Kuale Kangso…kat sini.
http://kualakangsarmtbjamboree2010.blogspot.com/
Bandar peberet teman di Perak..tapi sudah tentulah selepeh Ipoh. (Ipoh mali kencing ada munyi…hehe. “Ada munyi” adalah term yang betul bukan “talak munyi”. Kenapa?..entah la…haha.) Sangat teruje bila aku kembali beraktviti di KK selepas sekian lama. Masih aku terbau-bau kelat warna teh susu Sg Perak dan sesekali gulai tempoyak dicelah-celah lorong rumah kampong di Bukit Chandan. Kayuhan pada hujung bulan ini seperti homeground la pulak. Itulah yang teman rasekan sekaghang ni yob!!.
Dan untuk meneruskan keterujaan aku tentang gerek…seminggu lepas Kuale aku nak gi kayuh kat Sintok pulok…semi homeground gak tu…
Wednesday, September 29, 2010
Hujan 12
... “how can you stop the rain from falling down? How can you stop the sun from shining? What makes the world go round? ...”
..tiap kali hujan aku pasti ingat padamu..
Sesuatu yang sukar aku terima sejak kebelakangan ini ialah apabila aku mula sedari bahawa keselesaan yang aku rasai selama ini sebenarnya adalah suatu perangkap yang aku sendiri cari. Benda-benda keselesaan ini sebenarnya membuat kita kurang motivasi dan sukar untuk menerima tekanan yang datang tiba-tiba, Seperti tahu hujan pasti turun tetapi tidak pernah terfikir untuk membawa payung atu lebih teruk payung memang tidak pernah dibeli.
Kata orang hidup umpama roda. Cuma bezanya roda itu kadang bersaiz besar dan kadang bersaiz kecil. Kalau besar kita akan berada lama di suatu peringkat berlainanlah dengan yang bersaiz kecil.....ala ala lagu..apokalips satu dua tiga do re me..apa nak jadi akan terjadi....alif ba ta A B C.....
Tiada yang seyes sangat sebenarnya....melainkan aku merasakan, sedikit penat memikirkan kerjaya aku yang telah sampai satu peringkat aku rasai telah menemui jalan mati....pada peringkat yang aku sendiri tidak tahu macam mana mahu kehadapan dan aku takut untuk berundur, akhirnya motivasi merudum, cita-cita kosong, day in day out, 9 to 5 dan saya berharap hujan akan turun setiap hari sebab aku adalah seorang penoreh getah yang mencari alasan untuk tidak pergi menorah...huh.....dan tiap kali hujan aku ingat padamu...
Dah raya keberapa sekarang ini.....keseronokan raya masih terasa. Belum terlambat rasanya mengucap selamat hari raya....kepada kawan-kawan, tangan mungkin tidak dapat dihulur melalui laptop buruk ini..tetapi kemaafan tetap aku pinta jika aku tidak berupaya menjadi kawan yang lebih daripada tulisan kecil yang kosong.
..dan..
darling...sesekali aku hanya mahu jadi lagu raya...yang mahu kau dengar...
..tiap kali hujan aku pasti ingat padamu..
Sesuatu yang sukar aku terima sejak kebelakangan ini ialah apabila aku mula sedari bahawa keselesaan yang aku rasai selama ini sebenarnya adalah suatu perangkap yang aku sendiri cari. Benda-benda keselesaan ini sebenarnya membuat kita kurang motivasi dan sukar untuk menerima tekanan yang datang tiba-tiba, Seperti tahu hujan pasti turun tetapi tidak pernah terfikir untuk membawa payung atu lebih teruk payung memang tidak pernah dibeli.
Kata orang hidup umpama roda. Cuma bezanya roda itu kadang bersaiz besar dan kadang bersaiz kecil. Kalau besar kita akan berada lama di suatu peringkat berlainanlah dengan yang bersaiz kecil.....ala ala lagu..apokalips satu dua tiga do re me..apa nak jadi akan terjadi....alif ba ta A B C.....
Tiada yang seyes sangat sebenarnya....melainkan aku merasakan, sedikit penat memikirkan kerjaya aku yang telah sampai satu peringkat aku rasai telah menemui jalan mati....pada peringkat yang aku sendiri tidak tahu macam mana mahu kehadapan dan aku takut untuk berundur, akhirnya motivasi merudum, cita-cita kosong, day in day out, 9 to 5 dan saya berharap hujan akan turun setiap hari sebab aku adalah seorang penoreh getah yang mencari alasan untuk tidak pergi menorah...huh.....dan tiap kali hujan aku ingat padamu...
Dah raya keberapa sekarang ini.....keseronokan raya masih terasa. Belum terlambat rasanya mengucap selamat hari raya....kepada kawan-kawan, tangan mungkin tidak dapat dihulur melalui laptop buruk ini..tetapi kemaafan tetap aku pinta jika aku tidak berupaya menjadi kawan yang lebih daripada tulisan kecil yang kosong.
..dan..
darling...sesekali aku hanya mahu jadi lagu raya...yang mahu kau dengar...
Wednesday, September 1, 2010
Ramadhan
Salam Ramadhan...hari ini 22 hari sudah berpuasa. Memang terasa amat cepat masa berjalan. Bermula dari waktu sahur sampai waktu berbuka lepas tu malam sahur balik. Pantasnya masa itu rasa macam tak sempat nak pulun bermacam rahmat yang dijanjikan di bulan Ramadhan. Tambahan dengan kekuatan jiwa dan tenaga yang amat terhad.
Tahun ini aku amat jarang pusing di pasar Ramadhan, rasa seperti kerugian tenaga julak.. bertawaf keliling dari hujng kehujung dan balik ke tempat parking. Kalau aku mahu beli apa-apa aku akan singgah dan beli apa yang aku teringin nak makan…lepas itu balik. Lagi satu aku tak larat tengok pompuan sexy beli juadah…tetiba meluat pulak..dan trend sekarang ni amoi pun beli juadah berbuka. Agaknya aku semakin Islamik sekarang ini..hehe..(aku raser la)..bukan nak berbangga dan takabur tapi aku suka dengan keinsafan yang tidak dipaksa2 ini…atau bukti syaitan telah ditambat.
Di tempat kerja, dalam bulan puasa ini, boss aku (yang dah lama sangat aku kerja dengan dia) telah belah. Aku memang selalunya tak baik sangat dengan boss, tapi ada masa aku rasa sesuatu benda yang telah lama sangat beriringan akan menjadikan kita rasa kehilangan jugak bila dah tiada. Banyak kali aku meluat dengan boss aku ini tapi banyak kali jugak aku rasa kami dah menjadi macam satu team yang baik. Jadi rasa meluat aku tidak menjadikan aku gembira langsung bila dia belah, yang hairannya aku rasa sedih dan kehilangan pulak. Kita boleh menipu tentang rasa gembira tetapi tidak dengan kesedihan…macam tulah agaknya. Apa-apapun biarkanlah dia..aku kena kerja…cuma masalah aku sekarang ini aku raser susah aku nak buat team baru ditempat kerja aku sekarang….menjadikan keperluan untuk aku mencari kerja baru semakin mendesak…akupun nak belah jugak jika ada peluang dan rezeki.
Jadi bulan puasa ini aku berhenti mengayuh basikal…haha..tak jugak setakat ni 2 kali jugak aku sempat kayuh..ada member yang sangat bersemangat ajak kayuh jugak. Sekali dua minggu lepas belah petang dan sekali lagi pagi semalam 31 Ogos. Semasa berkayuh semalam terserempak dengan gerombolan lembu-lembu. Lawaknyer lembu-lembu ini kesemuanya stare kat kitorang macam pelik bebeno tengok orang mengayuh basikal di bulan puasa. Apa pun lepas kayuh aku dapat tido siang 4 jam..sesuatu yang dah sangat lama aku tak buat.
Akhir sekali nak ucapkan selamat berpuasa kepada member2 yang membaca blog ni. Sudah agak terlewat kan darling…tetapi rasa macam berdosa kalau tak ucapkan.
Dan selamat Merdeka..
Tahun ini aku amat jarang pusing di pasar Ramadhan, rasa seperti kerugian tenaga julak.. bertawaf keliling dari hujng kehujung dan balik ke tempat parking. Kalau aku mahu beli apa-apa aku akan singgah dan beli apa yang aku teringin nak makan…lepas itu balik. Lagi satu aku tak larat tengok pompuan sexy beli juadah…tetiba meluat pulak..dan trend sekarang ni amoi pun beli juadah berbuka. Agaknya aku semakin Islamik sekarang ini..hehe..(aku raser la)..bukan nak berbangga dan takabur tapi aku suka dengan keinsafan yang tidak dipaksa2 ini…atau bukti syaitan telah ditambat.
Di tempat kerja, dalam bulan puasa ini, boss aku (yang dah lama sangat aku kerja dengan dia) telah belah. Aku memang selalunya tak baik sangat dengan boss, tapi ada masa aku rasa sesuatu benda yang telah lama sangat beriringan akan menjadikan kita rasa kehilangan jugak bila dah tiada. Banyak kali aku meluat dengan boss aku ini tapi banyak kali jugak aku rasa kami dah menjadi macam satu team yang baik. Jadi rasa meluat aku tidak menjadikan aku gembira langsung bila dia belah, yang hairannya aku rasa sedih dan kehilangan pulak. Kita boleh menipu tentang rasa gembira tetapi tidak dengan kesedihan…macam tulah agaknya. Apa-apapun biarkanlah dia..aku kena kerja…cuma masalah aku sekarang ini aku raser susah aku nak buat team baru ditempat kerja aku sekarang….menjadikan keperluan untuk aku mencari kerja baru semakin mendesak…akupun nak belah jugak jika ada peluang dan rezeki.
Jadi bulan puasa ini aku berhenti mengayuh basikal…haha..tak jugak setakat ni 2 kali jugak aku sempat kayuh..ada member yang sangat bersemangat ajak kayuh jugak. Sekali dua minggu lepas belah petang dan sekali lagi pagi semalam 31 Ogos. Semasa berkayuh semalam terserempak dengan gerombolan lembu-lembu. Lawaknyer lembu-lembu ini kesemuanya stare kat kitorang macam pelik bebeno tengok orang mengayuh basikal di bulan puasa. Apa pun lepas kayuh aku dapat tido siang 4 jam..sesuatu yang dah sangat lama aku tak buat.
Akhir sekali nak ucapkan selamat berpuasa kepada member2 yang membaca blog ni. Sudah agak terlewat kan darling…tetapi rasa macam berdosa kalau tak ucapkan.
Dan selamat Merdeka..
Monday, July 26, 2010
Nibong Tebal
Kadang rindu nak tulis sesuatu. Baru ni aku terjumpa novel lama “Pulanglah Perantau”. Aku nak baca tapi biasalah mana ada masa. Aku rasa ceritanya pasal zaman zaman kemerdekaan. Aku tak tau…teka jer sebab aku terbaca ayat nih…”untuk..para pejuang yang bersama-sama bergesel bahu dan para petualang yang berpura-pura tidak tahu”. Bulan depanpun masuk bulan merdeka..oklah kalau cuba-cuba ambil feel petriotik sikit. Malangnya aku rasa zaman la ni (dari skop kenegaraan) dah tidak ada pejuang…petualang memang banya tetapi ia bergantong di kem mana kita….setiap kem masing-masing mahu melebel orang yang bertetangan ideologi sebagai petualang, secara kebetulan (dari konteks ayat novel tadi) masing-masing berpura-pura tidak tahu.
Apa-apapun tuduh menuduh dan lebel-melebel bukan matlamat hidup kita di dunia ini. Semenjak dua menjak ini aku banyak menoleh kebelakang sebab aku rasa apa yang berlaku sekarang adalah berpunca dari apa yang berlaku dulu-dulu, Aku terdengar doktor kata kalau kita kena penyakit kronik…bukan sebab kita makan benda tu semalam atau seminggu lepas tetapi sebab amalan pemakanan kita lama-lama dulu. Itulah sebabnya aku rasa benda lama-lama penting untuk kita mulakan langkah baru. Kita lahir bukan untuk menjadi petualang dan sebab kita bukan petualang..secara hakikatnya secara lumrah kejadian sebagai hambaNya kita ini adalah pejuang. Setiap pejuang pasti akan pulang...bukankah kita perantau di dunia ini..?
Sekarang ini dah masuk bulan Syaaban…lusa adalah hari Nisfu Syaaban. lebih kurang 15 hari lagi kita kembali bejuang di bulan Ramadhan. Jadi untuk ingatan (kepada diri aku sendiri sebenarnya)…marilah berjuang.
Sebelum itu untuk donia..donia…aku akan berkayuh lagi 1hb Ogos di Nibong Tebal. Aku dah makin penat sebenarnya mengayuh ni…tapi aku rasa itulah satu-satu riadah yang aku mampu dan aku seronok melakukannya. Kesimpulannya kembali kepada masa..selagi ada masa yang boleh diselit-selitkan dengan benda-benda cam gini.
Kenapa tidak kan…?
Apa-apapun tuduh menuduh dan lebel-melebel bukan matlamat hidup kita di dunia ini. Semenjak dua menjak ini aku banyak menoleh kebelakang sebab aku rasa apa yang berlaku sekarang adalah berpunca dari apa yang berlaku dulu-dulu, Aku terdengar doktor kata kalau kita kena penyakit kronik…bukan sebab kita makan benda tu semalam atau seminggu lepas tetapi sebab amalan pemakanan kita lama-lama dulu. Itulah sebabnya aku rasa benda lama-lama penting untuk kita mulakan langkah baru. Kita lahir bukan untuk menjadi petualang dan sebab kita bukan petualang..secara hakikatnya secara lumrah kejadian sebagai hambaNya kita ini adalah pejuang. Setiap pejuang pasti akan pulang...bukankah kita perantau di dunia ini..?
Sekarang ini dah masuk bulan Syaaban…lusa adalah hari Nisfu Syaaban. lebih kurang 15 hari lagi kita kembali bejuang di bulan Ramadhan. Jadi untuk ingatan (kepada diri aku sendiri sebenarnya)…marilah berjuang.
Sebelum itu untuk donia..donia…aku akan berkayuh lagi 1hb Ogos di Nibong Tebal. Aku dah makin penat sebenarnya mengayuh ni…tapi aku rasa itulah satu-satu riadah yang aku mampu dan aku seronok melakukannya. Kesimpulannya kembali kepada masa..selagi ada masa yang boleh diselit-selitkan dengan benda-benda cam gini.
Kenapa tidak kan…?
Subscribe to:
Posts (Atom)